Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak
KADER POSYANDU PEDULI
Brand Manager Nestle Dancow Batita, Riza Nopalas (3 kiri) me... detil ››
KASUS TENAGA HONORER
Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim (kanan) saat me... detil ››
NETRALITAS PILKADA NTB.
Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam "Gerakan Pemuda ... detil ››
BANTUAN PENCETAKAN SAWAH
Sejumlah petani memanen padi didaerah persawahan jalan lingk... detil ››
TOLAK RUU ORMAS
Sejumlah pengunjukrasa mendatangi kantor DPRD NTB di Mataram... detil ››
 Galeri Foto
Username

Password



Daftar | Lupa Password?
Internasional

Sabtu, 28 Juli 2012 10:09 - Laporan awaludin

AYATOLLAH KASHANI: MEMBANTAI ROHINGYA BERARTI MELAWAN ISLAM

     Teheran (ANTARA) - Imam pengganti salat Jumat di Teheran, Ayatollah Mohammad Emami Kashani,  merujuk pembantaian muslim di Myanmar sebagai kejahatan terhadap umat muslim serta melawan Islam dan gelombang kebangkitan Islam.
     Dalam khutbah Jumat di Teheran dia berkata, "Kita terikat kewajiban yang, menurut wejangan Pemimpin Spiritual Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, rakyat Iran mesti bergerak ke arah sistem kehakiman di dunia, harapan dan idealisme realistis kemanusiaan."
     Saat merujuk kebangkitan Islam dan perlawanan umat Muslim di banyak negara, termasuk Bahrain, dia mengatakan mereka membunuh orang Muslim tak berdosa untuk melawan Islam, kebangkitan Islam dan Republik Islam.
     Ayatollah Kashani juga berdoa untuk Suriah dengan berharap rakyat Suriah terbebas dari rencana yang disusun oleh musuh mereka, demikian laporan IRNA, Sabtu pagi.
     Usai salat Jumat, ribuan warga Iran berpawai mendukung umat muslim Myanmar yang dibantai.
     Mereka membawa selebaran dan spanduk mengutuk pembantaian umat muslim tak berdosa di Myanmar dan menyeru berbagai organisasi internasional agar mengutuk tindakan itu.
     Jamaah meneriakkan "Tuhan Maha Besar", "Hancur lah AS", serta "Hancur lah Israel", dan menyeru umat muslim bersatu melawan pembantaian orang muslim di Myanmar.
     Pemerintah Myanmar menolak mengakui kaum Rohingya yang disebutnya "bukan warganegara asli" karena dikategorikan "pendatang gelap". Orang Rohingya dikatakan sebagai keturunan orang muslim dari Persia, Turki, Benggala dan Pathani yang datang ke negeri itu pada abad 8.
     PBB menyatakan beberapa dasawarsa diskriminasi telah membuat orang Rohingya tak memiliki negara, dan pemerintah Myanmar membatasi gerak mereka serta tak memberi mereka hak atas tanah, pendidikan bahkan layanan masyarakat.
     Menurut laporan, hinga 28 Juni saja, 650 orang muslim Rohingya meninggal dunia selama bentrok di wilayah Rakhine, Myanmar barat. Tak kurang dari 1.200 orang hilang dan 80.000 orang lagi kehilangan tempat tinggal.
(*)

kirim berita


Yang Lainnya + index
Kamis, 14/02/2013
Mataram Berawan, Hujan (24-32ºC)
GUBERNUR NTB LUNCURKAN "TAMBORA MENYAPA DUNIA 1815-2015"
Mataram, 12/4 (Antara) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi meluncurkan program "Tambora Menyapa Dunia 1815–2015" atau peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, yang puncak peringatannya diagendakan 11 April 2015. detil ››
DELAPAN WARTAWAN NTB RAIH ANUGERAH KARYA JURNALISTIK PTNNT 2013
Mataram, 30/4 (ANTARA) - Delapan wartawan media cetak dan elektronik di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), meraih Anugerah Karya Jurnalistik 2013 setelah menyisihkan 13 nominator lainya dan dinyatakan memenangkan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke-3. detil ››
SABUT KELAPA DARI LIMBAH MENJADI KOMODITAS EKSPOR Oleh Masnun Masud
Mataram, 9/1 (ANTARA) - Puluhan tahun silam sabut kelapa menjadi limbah yang cukup merepotkan petani, karena pada setiap musim panen kulit bagian luar buah kelapa itu menumpuk, tidak dimanfaatkan. detil ››

Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak