Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak
KADER POSYANDU PEDULI
Brand Manager Nestle Dancow Batita, Riza Nopalas (3 kiri) me... detil ››
KASUS TENAGA HONORER
Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim (kanan) saat me... detil ››
NETRALITAS PILKADA NTB.
Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam "Gerakan Pemuda ... detil ››
BANTUAN PENCETAKAN SAWAH
Sejumlah petani memanen padi didaerah persawahan jalan lingk... detil ››
TOLAK RUU ORMAS
Sejumlah pengunjukrasa mendatangi kantor DPRD NTB di Mataram... detil ››
 Galeri Foto
Username

Password



Daftar | Lupa Password?
Internasional

Rabu, 25 Juli 2012 18:57 - Laporan awaludin

"BAYAR 5.000 DOLAR ATAU MATI"

     Jakarta (ANTARA) - Ribuan penduduk Australia menerima pesan pendek (SMS) lewat telepon genggam mereka dengan nada yang mengancam.
     SMS yang mulai beredar secara serentak pada hari Senin (23/7) itu berbunyi "Seseorang telah membayar saya untuk membunuhmu. Jika ingin selamat, bayar 5.000 dolar Australia (Rp48 juta) dalam waktu 48 jam. Jika melapor ke polisi atau orang lain, kau akan mati."
     "Jangan dibalas. Segera hapus dan jangan panik, karena itu tujuan mereka--membuat Anda takut," kata Detektif Pengawas Brian Hay dalam konferensi pers yang digelar di negara bagian Queensland, Rabu.
     Para penerima SMS diarahkan ke sebuah akun surat elektronik Yahoo, dan polisi telah memutus akses terhadap akun tersebut.
     Beberapa orang telah terjebak dalam tindak kejahatan ini, terutama mereka yang kurang berpengalaman dalam berkirim pesan pendek (SMS).
     Hay mengatakan pihaknya akan dilakukan penyelidikan untuk mengungkap apakah pelaku berada di Australia. Ia pun menyatakan pesan bernada ancaman seperti ini belum pernah terjadi di negara itu, demikian dilaporkan BBC.
     "Banyak data konsumen Australia yang mereka eksploitasi," ujar dia, itu sebabnya polisi menengarai aksi SMS ancaman ini dilakukan oleh kumpulan penjahat yang terorganisir.
(*)

kirim berita


Yang Lainnya + index
Kamis, 14/02/2013
Mataram Berawan, Hujan (24-32ºC)
GUBERNUR NTB LUNCURKAN "TAMBORA MENYAPA DUNIA 1815-2015"
Mataram, 12/4 (Antara) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi meluncurkan program "Tambora Menyapa Dunia 1815–2015" atau peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, yang puncak peringatannya diagendakan 11 April 2015. detil ››
DELAPAN WARTAWAN NTB RAIH ANUGERAH KARYA JURNALISTIK PTNNT 2013
Mataram, 30/4 (ANTARA) - Delapan wartawan media cetak dan elektronik di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), meraih Anugerah Karya Jurnalistik 2013 setelah menyisihkan 13 nominator lainya dan dinyatakan memenangkan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke-3. detil ››
SABUT KELAPA DARI LIMBAH MENJADI KOMODITAS EKSPOR Oleh Masnun Masud
Mataram, 9/1 (ANTARA) - Puluhan tahun silam sabut kelapa menjadi limbah yang cukup merepotkan petani, karena pada setiap musim panen kulit bagian luar buah kelapa itu menumpuk, tidak dimanfaatkan. detil ››

Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak