Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak
KADER POSYANDU PEDULI
Brand Manager Nestle Dancow Batita, Riza Nopalas (3 kiri) me... detil ››
KASUS TENAGA HONORER
Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim (kanan) saat me... detil ››
NETRALITAS PILKADA NTB.
Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam "Gerakan Pemuda ... detil ››
BANTUAN PENCETAKAN SAWAH
Sejumlah petani memanen padi didaerah persawahan jalan lingk... detil ››
TOLAK RUU ORMAS
Sejumlah pengunjukrasa mendatangi kantor DPRD NTB di Mataram... detil ››
 Galeri Foto
Username

Password



Daftar | Lupa Password?
Internasional

Minggu, 08 Juli 2012 16:18 - Laporan awaludin

IRAN TUTUP SELAT HORMUZ JIKA TERANCAM

     Teheran, (ANTARA) - Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Hassan Firuzabadi mengatakan, Iran akan menutup Selat Hormuz jika terancam, lapor Press TV seperti dikutip Xinhua, Minggu.
    
     Iran tidak memiliki rencana menutup Selat Hormuz yang strategis, tetapi akan menutupnya jika keamanan nasional terancam, kata sang Mayor Jenderal.
     "Kami punya rencana untuk menutup Selat Hormuz karena anggota militer harus bersiap untuk semua skenario," kata Firuzabadi Jumat lalu.
     Seorang anggota parlemen Iran juga menegaskan bahwa republik Islam akan menutup selat strategis di Teluk Persia tersebut jika sanksi Barat terhadap Iran meningkat.
     "Jika kita benar-benar dikenai sanksi-sanksi, kami tidak akan membiarkan setetes minyak pun melalui Selat Hormuz," kata Arsalan Fathipour, kepala Komisi Ekonomi Majlis (parlemen) Iran.
      Beberapa pejabat pemerintah dan militer Iran telah mengancam akan menggunakan segala cara, khususnya menutup Selat Hormuz, jika sanksi Barat terhadap kegiatan nuklir kontroversial Teheran menghentikan ekspor Iran dan mengganggu kepentingan Iran.
     Januari lalu para menteri luar negeri Uni Eropa menyetujui sanksi baru terhadap Teheran yang mencegah negara-negara anggotanya membeli minyak mentah Iran. Sanksi itu mulai berlaku Minggu.
     Selain itu, Amerika Serikat memberlakukan putaran baru sanksi sendiri Juni lalu dengan sasaran lembaga-lembaga keuangan yang membeli minyak Iran.

(*)


kirim berita


Yang Lainnya + index
Kamis, 14/02/2013
Mataram Berawan, Hujan (24-32ºC)
GUBERNUR NTB LUNCURKAN "TAMBORA MENYAPA DUNIA 1815-2015"
Mataram, 12/4 (Antara) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi meluncurkan program "Tambora Menyapa Dunia 1815–2015" atau peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, yang puncak peringatannya diagendakan 11 April 2015. detil ››
DELAPAN WARTAWAN NTB RAIH ANUGERAH KARYA JURNALISTIK PTNNT 2013
Mataram, 30/4 (ANTARA) - Delapan wartawan media cetak dan elektronik di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), meraih Anugerah Karya Jurnalistik 2013 setelah menyisihkan 13 nominator lainya dan dinyatakan memenangkan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke-3. detil ››
SABUT KELAPA DARI LIMBAH MENJADI KOMODITAS EKSPOR Oleh Masnun Masud
Mataram, 9/1 (ANTARA) - Puluhan tahun silam sabut kelapa menjadi limbah yang cukup merepotkan petani, karena pada setiap musim panen kulit bagian luar buah kelapa itu menumpuk, tidak dimanfaatkan. detil ››

Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak