Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak
KADER POSYANDU PEDULI
Brand Manager Nestle Dancow Batita, Riza Nopalas (3 kiri) me... detil ››
KASUS TENAGA HONORER
Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim (kanan) saat me... detil ››
NETRALITAS PILKADA NTB.
Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam "Gerakan Pemuda ... detil ››
BANTUAN PENCETAKAN SAWAH
Sejumlah petani memanen padi didaerah persawahan jalan lingk... detil ››
TOLAK RUU ORMAS
Sejumlah pengunjukrasa mendatangi kantor DPRD NTB di Mataram... detil ››
 Galeri Foto
Username

Password



Daftar | Lupa Password?
Nusantara

Jumat, 14 September 2012 19:13 - Laporan awaludin

PEMKOT-UNRAM KERJA SAMA TATA SEMPADAN SUNGAI

     Mataram, 14/9 (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram bekerja sama dengan Universitas Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melakukan penataan sempadan sungai agar tidak terlihat sebagai kawasan kumuh.
     Penandatanganan nota kesepahaman antara Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dan Rektor Unram Prof H Sunarpi PhD dilaksanakan di Taman Udayana Mataram, Jumat.
     Perjanjian kerja sama menata kawasan sempadan sungai tersebut juga dihadiri oleh Deputi II Bidang Perlindungan Pencemaran Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Drs Karliansyah MSi.
     "Adanya upaya serius dari pihak kampus untuk turut menyukseskan program pemerintah akan mempercepat proses pembangunan, terutama dalam menangani masalah lingkungan," kata Ahyar Abduh.
     Terkait restorasi kali bersih yang diawali dengan merevitalisasi Kali Jangkuk sepanjang satu kilometer, pihaknya siap mendukung dari sisi anggaran untuk pembangunan infrastruktur.
     Kali Jangkuk adalah salah satu daerah aliran sungai (DAS) yang  panjangnya sekitar 86 kilometer, mulai dari Kota Mataram hingga kawasan Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur.
     Ahyar berharap dengan adanya kerja sama itu  pihak kampus dapat melakukan kajian akademis terkait kualitas lingkungan terutama kualitas air kali yang cenderung menurun.
     Selain itu, kalangan akademii juga diharapkan  mendukung dari sisi nonfisik lainnya, seperti turut serta membentuk kelompok pengelola dan memberikan pelatihan kepada kelompok yang akan mengelola kawasan di sempadan kali maupun di kali itu sendiri.
     "Dengan adanya kelompok usaha kecil dan mikro yang didorong untuk mengelola kawasan sempadan kali diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat," katanya.
     Deputi II Bidang Perlindungan Pencemaran Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup Drs Karliansyah MSi mengatakan terobosan yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram bekerja sama dengan Unram merupakan yang pertama di Indonesia dalam melakukan penataan lingkungan kali/sungai.
     Upaya pelestarian dan penataan lingkungan, terutama di daerah aliran sungai, didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
     "Upaya restorasi kali bersih yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram merupakan langkah nyata dalam upaya  peningkatan kualitas air sungai yang juga dapat ditingkatkan menjadi pemanfaatan kawasan sungai berbasis ekonomi kerakyatan," katanya.
(*)


kirim berita


Yang Lainnya + index
Kamis, 14/02/2013
Mataram Berawan, Hujan (24-32ºC)
GUBERNUR NTB LUNCURKAN "TAMBORA MENYAPA DUNIA 1815-2015"
Mataram, 12/4 (Antara) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi meluncurkan program "Tambora Menyapa Dunia 1815–2015" atau peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, yang puncak peringatannya diagendakan 11 April 2015. detil ››
DELAPAN WARTAWAN NTB RAIH ANUGERAH KARYA JURNALISTIK PTNNT 2013
Mataram, 30/4 (ANTARA) - Delapan wartawan media cetak dan elektronik di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), meraih Anugerah Karya Jurnalistik 2013 setelah menyisihkan 13 nominator lainya dan dinyatakan memenangkan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke-3. detil ››
SABUT KELAPA DARI LIMBAH MENJADI KOMODITAS EKSPOR Oleh Masnun Masud
Mataram, 9/1 (ANTARA) - Puluhan tahun silam sabut kelapa menjadi limbah yang cukup merepotkan petani, karena pada setiap musim panen kulit bagian luar buah kelapa itu menumpuk, tidak dimanfaatkan. detil ››

Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak