Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak
KADER POSYANDU PEDULI
Brand Manager Nestle Dancow Batita, Riza Nopalas (3 kiri) me... detil ››
KASUS TENAGA HONORER
Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim (kanan) saat me... detil ››
NETRALITAS PILKADA NTB.
Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam "Gerakan Pemuda ... detil ››
BANTUAN PENCETAKAN SAWAH
Sejumlah petani memanen padi didaerah persawahan jalan lingk... detil ››
TOLAK RUU ORMAS
Sejumlah pengunjukrasa mendatangi kantor DPRD NTB di Mataram... detil ››
 Galeri Foto
Username

Password



Daftar | Lupa Password?
Nusantara

Minggu, 19 Mei 2013 11:36 - Laporan anwar maga

KEMENTERIAN PU PERJUANGKAN TAMBAHAN BENDUNGAN UNTUK NTB

     Mataram, 19/5 (Antara) - Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah memperjuangkan tambahan satu unit bendungan lagi untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah dukungan anggaran untuk lima unit bendungan terealisasi.
     "Wakil Direktorat Jenderal SDA Kementerian PU Pitoyo Subandrio mengemukakan hal itu saat  'groundbreaking' penutupan aliran sungai sekaligus pengalihan aliran air ke terowongan di Bendungan Pandanduri, beberapa hari lalu," kata Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB Tri Budiprayitno, di Mataram, Minggu.
     Tri mengatakan, pada perencanaan Ditjen SDA Kementerian PU dalam lima tahun terakhir ini, akan dibangun sembilan unit bendungan di wilayah NTB.
     Dari sembilan unit bendungan itu, sebanyak tiga unit sudah terbangun dan telah dioperasikan yakni, Bendungan Batujai dan Pengga di Lombok Tengah, Bendungan Batu Bulan di Sumbawa dan Bendungan Pelaparado di Kabupaten Bima.      
     Sementara lima unit bendungan lainnya sedang dalam proses pembangunan, yakni Bendungan Rababaka Komplek di Dompu, Bendungan Pandandure di Lombok Timur, Bendungan Mujur di Lombok Tengah, dan Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat.
     "Berarti satu bendungan lagi yang akan dibangun, namun masih disurvei terlebih dahulu. Tentunya lokasinya di tempat yang paling bermanfaat untuk kehidupan masyarakat NTB," ujarnya.
     Menurut Tri, Ditjen SDA Kementerian PU menginformasikan bahwa realisasi proyek pembangunan satu bendungan lagi itu dijadwalkan setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, September mendatang.
     Empat bendungan yang sedang dibangun itu diyakini dapat rampung akhir 2014, karena proses pembebasan lahan sudah hampir rampung.
     Bendungan Pandanduri, misalnya, bangunan utama bendungan yang berlokasi di Desa Suwangi, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, itu dijadwalkan dirampungkan akhir tahun ini agar dapat dioperasikan akhir 2014.
     Bangunan utama bendungan "raksasa" Pandanduri mulai dikerjakan kontraktor pelaksana pemenang tender PT Waskita Karya yang bermitra dengan PT Brantas Adi Jaya, sejak akhir Juli 2012.
     Pemerintah melalui Direktorat SDA Kementerian  PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp463 miliar untuk konstruksi pembangunan Bendungan Pandanduri dalam tiga tahun anggaran sekaligus mulai 2012 hingga 2014.
     Dalam proses penawaran pelaksanaan proyek bendungan itu, PT Waskita Karya sebagai pemenangnya mematok harga Rp432 miliar.
     Proyek fisik pembangunan Bendungan Pandanduri dikerjakan secara parsial yang dimulai dari bagian tertentu yang tidak terkendala permasalahan teknis, dan hal itu sudah dimulai sejak pertengahan 2008.
     Bagian tertentu yang dikerjakan lebih dulu tidak ada kaitannya dengan lahan yang belum dibebaskan, seperti pembangunan fisik terowongan pengalihan air berdiameter dua meter sepanjang 350 meter dengan dukungan dana Rp50 miliar.
     Pembangunan fisik saluran pengalihan air itu sudah dimulai sejak April 2008, sambil mengupayakan penyelesaian pembebasan lahan yang belum tuntas.
     Sambil menunggu perampungan bangunan utamanya, dilakukan penutupan aliran sungai (river closing) untuk pengalihan aliran sungai palung menuju terowongan yang sudah terbangun.
     "Diyakini bendungan utama itu bisa rampung akhir tahun ini sehingga akhir tahun depan sudah bisa dioperasikan," ujar Tri.
     Kawasan Bendungan Pandanduri itu berlokasi di tiga desa dalam wilayah Kabupaten Lombok Timur yakni Swangi, Terara dan Santong.
     Bendungan itu diperkirakan memiliki daya tampung air sebesar 27 juta kubik dan diharapkan dapat mengairi sawah daerah irigasi sebanyak 10.417 hektare lahan dan juga untuk mencukupi kebutuhan air bersih penduduk di tiga kecamatan dan 17 desa yakni sebanyak 138.106 jiwa.
     Bendungan ini didesain menggunakan sistem 'high level diversion' yang juga mendatangkan air dari wilayah Kabupaten Lombok Barat.
     Selain itu, juga berguna bagi pengendalian banjir dan pemenuhan kebutuhan air peternakan sebanyak 21.500 ekor sapi dan ternak lainnya serta pengembangan wisata lokal.
     Sedangkan Bendungan Raba Baka Komplek (RBK) di Desa Tanju, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, juga ditergetkan rampung akhir 2014.
     Bendungan Raba Baka Komplek merupakan salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air dan irigasi masyarakat Dompu, sekaligus untuk mendukung kemajuan kepariwisataan Dompu. (*)

kirim berita


Yang Lainnya + index
Kamis, 14/02/2013
Mataram Berawan, Hujan (24-32ºC)
GUBERNUR NTB LUNCURKAN "TAMBORA MENYAPA DUNIA 1815-2015"
Mataram, 12/4 (Antara) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi meluncurkan program "Tambora Menyapa Dunia 1815–2015" atau peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, yang puncak peringatannya diagendakan 11 April 2015. detil ››
DELAPAN WARTAWAN NTB RAIH ANUGERAH KARYA JURNALISTIK PTNNT 2013
Mataram, 30/4 (ANTARA) - Delapan wartawan media cetak dan elektronik di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), meraih Anugerah Karya Jurnalistik 2013 setelah menyisihkan 13 nominator lainya dan dinyatakan memenangkan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke-3. detil ››
SABUT KELAPA DARI LIMBAH MENJADI KOMODITAS EKSPOR Oleh Masnun Masud
Mataram, 9/1 (ANTARA) - Puluhan tahun silam sabut kelapa menjadi limbah yang cukup merepotkan petani, karena pada setiap musim panen kulit bagian luar buah kelapa itu menumpuk, tidak dimanfaatkan. detil ››

Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak