Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak
KADER POSYANDU PEDULI
Brand Manager Nestle Dancow Batita, Riza Nopalas (3 kiri) me... detil ››
KASUS TENAGA HONORER
Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim (kanan) saat me... detil ››
NETRALITAS PILKADA NTB.
Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam "Gerakan Pemuda ... detil ››
BANTUAN PENCETAKAN SAWAH
Sejumlah petani memanen padi didaerah persawahan jalan lingk... detil ››
TOLAK RUU ORMAS
Sejumlah pengunjukrasa mendatangi kantor DPRD NTB di Mataram... detil ››
 Galeri Foto
Username

Password



Daftar | Lupa Password?
Olahraga

Jumat, 29 Juni 2012 12:14 - Laporan awaludin

BUFFON MARAH KENDATI ITALIA KE FINAL

     Warsawa - (ANTARA) - Penjaga gawang Italia, Gianluigi Buffon, meninggalkan lapangan sambil marah meski Italia memastikan diri lolos ke final Piala Eropa 2012, dengan kemenangan 2-1 atas Jerman.
     Pemain Juventus berusia 34 tahun ini melakukan setengah lusin penyelamatan penting, untuk mempertahankan keunggulan 2-0 yang didapat timnya melalui dua gol Mario Balotelli.
     Namun Buffon kesal karena timnya harus bergantung pada peluit panjang tanda pertandingan usai, setelah setidaknya mendapat empat peluang bagus melalui serangan balik, yang dapat membuat timnya unggul lebih dari dua gol.
     Malah penalti Mesut Ozil pada waktu tambahan yang membuat Italia harus mengalami menit-menit akhir yang mendebarkan.
     "Saya terganggu saat peluit akhir (berbunyi) ... dan saya marah pada kami (Tim Italia), sebab kami seharusnya dapat menghindari lima menit terakhir yang menyulitkan," papar Buffon.
     "Ketika Anda dapat mencetak tujuh gol ke gawang Jerman, Anda harus mencetak tujuh gol, sebab jika mereka bangkit (menyamakan kedudukan menjadi) 2-2, mereka akan mengalahkan anda 10-2 di babak tambahan waktu," katanya seperti dikutip AFP.
     "Kami perlu untuk lebih matang dan tahu bahwa meski sepak bola adalah permainan, ketika anda mencapai final Kejuaraan Eropa, itu adalah pertandingan yang akan segera dilangsungkan," katanya.
     Secara terpisah, Buffon juga mengakui tidak terpukau dengan tabiat yang diperlihatkan beberapa anggota yang lebih muda di tim Italia.
     "Saya juga mengevaluasi beberapa hal pada tingkah laku tertentu dan masih banyak hal untuk ditingkatkan," katanya.
     "Terdapat sejumlah pemain muda yang harus mempelajari ini, karena jika tidak orang-orang tua seperti saya akan marah," tambahnya.
     "Kami memainkan pertandingan hebat, kami semestinya dapat menang lebih banyak. Kami melakukan hal yang sangat bagus hari ini, dan berbagai hal berjalan lancar," ujarnya. (*)  

kirim berita


Yang Lainnya + index
Kamis, 14/02/2013
Mataram Berawan, Hujan (24-32ºC)
GUBERNUR NTB LUNCURKAN "TAMBORA MENYAPA DUNIA 1815-2015"
Mataram, 12/4 (Antara) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi meluncurkan program "Tambora Menyapa Dunia 1815–2015" atau peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, yang puncak peringatannya diagendakan 11 April 2015. detil ››
DELAPAN WARTAWAN NTB RAIH ANUGERAH KARYA JURNALISTIK PTNNT 2013
Mataram, 30/4 (ANTARA) - Delapan wartawan media cetak dan elektronik di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), meraih Anugerah Karya Jurnalistik 2013 setelah menyisihkan 13 nominator lainya dan dinyatakan memenangkan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke-3. detil ››
SABUT KELAPA DARI LIMBAH MENJADI KOMODITAS EKSPOR Oleh Masnun Masud
Mataram, 9/1 (ANTARA) - Puluhan tahun silam sabut kelapa menjadi limbah yang cukup merepotkan petani, karena pada setiap musim panen kulit bagian luar buah kelapa itu menumpuk, tidak dimanfaatkan. detil ››

Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak