Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak
KADER POSYANDU PEDULI
Brand Manager Nestle Dancow Batita, Riza Nopalas (3 kiri) me... detil ››
KASUS TENAGA HONORER
Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim (kanan) saat me... detil ››
NETRALITAS PILKADA NTB.
Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam "Gerakan Pemuda ... detil ››
BANTUAN PENCETAKAN SAWAH
Sejumlah petani memanen padi didaerah persawahan jalan lingk... detil ››
TOLAK RUU ORMAS
Sejumlah pengunjukrasa mendatangi kantor DPRD NTB di Mataram... detil ››
 Galeri Foto
Username

Password



Daftar | Lupa Password?
Hukum

Senin, 30 Juli 2012 18:56 - Laporan awaludin

YUSRIL DAMPINGI TERDAKWA NENEK PENIPU

     Denpasar (ANTARA) - Yusril Izha Mahendra, mantan menteri Hukum dan HAM, menyatakan dirinya bergabung menjadi tim kuasa hukum Loeana Kanginnadhi, nenek 77 tahun, terdakwa kasus dugaan penipuan tanah.
    
     "Saya nilai kasus ini menarik karena seorang nenek yang sudah uzur dipaksa menjalani persidangan," kata Yusril, usai menjenguk kliennya di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Senin.
     Pihak keluarga Loeana sebelumnya telah menghubungi dia untuk menangani kasus tersebut. Saat ini dia masih mempelajari kasus itu guna mengambil langkah selanjutnya.
     Menurut dia, ada beberapa kejanggalan pada kasus ini, salah satunya tentang upaya penahanan kliennya yang masih saja dilakukan.
     Kondisi yang bersangkutan seperti itu tentunya tidak cukup alasan untuk ditahan, dalam peraturan Mahkamah Agung juga ada batasan maksimal usia seseorang yang dapat ditahan.
     "Meskipun saya menjadi kuasa hukum Loeana, saya tetap bersikap obyektif terhadap kasus itu supaya norma hukum ditegakkan. Kalau yang benar dibela dan bersalah diluruskan, ujarnya.
     Yusril menilai kasus itu masih berada di wilayah abu-abu, apakah kasus perdata atau pidana.
Kasus tersebut cukup penting karena bernilai ekonomi tinggi sehingga banyak pihak yang berkepentingan untuk memudahkan bisnisnya.
     Dia juga meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pusat untuk memeriksa kesehatan kliennya karena kasus itu mendapat sorotan akibat perbedaan pendapat sejumlah dokter terkait kesehatan mantan konsulat Indonesia di Denmark tersebut. (*)

kirim berita


Yang Lainnya + index
Kamis, 14/02/2013
Mataram Berawan, Hujan (24-32ºC)
GUBERNUR NTB LUNCURKAN "TAMBORA MENYAPA DUNIA 1815-2015"
Mataram, 12/4 (Antara) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH M Zainul Majdi meluncurkan program "Tambora Menyapa Dunia 1815–2015" atau peringatan dua abad meletusnya Gunung Berapi Tambora, yang puncak peringatannya diagendakan 11 April 2015. detil ››
DELAPAN WARTAWAN NTB RAIH ANUGERAH KARYA JURNALISTIK PTNNT 2013
Mataram, 30/4 (ANTARA) - Delapan wartawan media cetak dan elektronik di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), meraih Anugerah Karya Jurnalistik 2013 setelah menyisihkan 13 nominator lainya dan dinyatakan memenangkan lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ke-3. detil ››
SABUT KELAPA DARI LIMBAH MENJADI KOMODITAS EKSPOR Oleh Masnun Masud
Mataram, 9/1 (ANTARA) - Puluhan tahun silam sabut kelapa menjadi limbah yang cukup merepotkan petani, karena pada setiap musim panen kulit bagian luar buah kelapa itu menumpuk, tidak dimanfaatkan. detil ››

Home | Politik | Info Jamsostek | Kabar Pemilu | Kuliner | Seni Budaya Dan Pariwisata | Hukum | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Nusantara | Iptek | Internasional | Artikel | Kuliner | Info Haji Dan TKI | Pendidikan | Produk Telkom | Surat Pembaca | Kontak